Sebutan “Pelajar” diberikan kepada peserta didik yang sedang mengikuti proses pendidikan dan pembelajaran untuk mengembangkan dirinya melalui jalur, jenjang dan jenis pendidikan. Peserta didik dalam arti luas. Peserta didik dalam arti luas adalah setiap orang yang terkait dengan proses pendidikan sepanjang hayat, sedangkan dalam arti sempit adalah setiap siswa yang belajar di sekolah (Sinolungan, 1997). Peserta didik dalam arti sempit inilah yang disebut sebagai pelajar. Dikatakan pelajar sebab mereka mengikuti pembelajaran dalam konteks pendidikan formal , yakni pendidikan di sekolah. Melalui pendidikan formal inilah pelajar diajarkan berbagai macam ilmu pengetahuan, seperti Ilmu Pengetahuan Alam, Sosial, Agama, Pendidikan Kewarganegaraan, dan masih banyak lagi. Diharapkan, selama mengikuti kegiatan pembelajaran, siswa mampu mengembangkan dirinya baik secara social, emosi, intelektual, bahasa, moral dan kepribadian ke arah positif yang diinginkan semua orang. Perkembangan yang diala...
Bismillah.. Kita lanjutkan lagi tulisan mengenai rangkuman hasil diskusi KIPER (Kajian Perkaderan) edisi 2 yang diadakan oleh Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kota Bandung Kemarin. Di tulisan sebelumnya kita sudah sedikit membahas pemaparan dari Kang Imam Sholehudin dan Teh Rani Kustiani. Bagi yang belum membaca artikel sebelumnya, penulis sangat menganjurkan untuk membacanya terlebih dahulu pada laman berikut KIPER (Kajian Perkaderan) ed. 2 : Lanjutan pencarian ide dan gagasan soaldigitalisasi perkaderan (PART 1) & KIPER (Kajian Perkaderan) ed. 2 : yangmampu beradaptasi adalah pemenang (PART 2) Jika sudah, mari kita lanjutkan pada pemapar selanjutnya yaitu Kang Imam Lukmanul Hakim dan Kang Muhammadi Bilal Abdul Aziz yang akan mendiskusikan tentang Kebijakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas, Peluang pelaksanaan fortasi, inovasi dan sikap ipm dalam memandang pandemi ini. Kebijakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas di Sekolah Berbicara mulai dari PTM T, ...
Bismillah.. Kali ini kita akan berbicara menyoal narasi digitalisasi perkaderan.. Narasi ini mulai muncul di masa pandemi ini, dimana kebijakan pemerintah menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di sekolah. Organisasi pelajar seperti Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) yang basis massanya pelajar tidak luput terkena imbasnya. Mulai dari sulitnya berkegiatan, struktur dan program yang terbengkalai, hingga mandegnya sistem perkaderan. Hal ini adalah tantangan besar bagi IPM untuk bisa menjawabnya dan merubahnya menjadi peluang untuk setidaknya menjaga IPM tetap eksis. Maka muncullah narasi bahwa sistem perkaderan IPM pun tidak bisa tidak, harus mulai mencari gaya baru, yang tidak lain adalah digitalisasi. Di awal tahun 2021 sebetulnya ada narasi positif bahwa Pendidikan dan pembelajaran bisa mulai Kembali dilaksanakan tatap muka mulai juli 2021. Beberapa upaya yang dilakukan pemerintah diantaranya adalah vaksinasi sejumlah guru, tenaga pendidik, dan kependidikan yang ditargetkan aka...
Komentar