Postingan

KEFASILITATORAN : Peluang Sekali Mendayung Tiga Pulau Terlampaui

Gambar
  Bismillah.. Semangat terus lanjut mengkaji.. Bicara Fasilitator, cobalah baca buku pedoman terbaru terbitan Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah yang berjudul “ Pedoman Terpadu Pelaksanaan Perkaderan ” semacam buku suplemen pelengkap Sistem Perkaderan IPM (SPI) untuk hal-hal yang lebih teknisnya. Disana terdapat narasi lengkap tentang kefasilitatoran, mulai dari fasilitator dalam kontruksi SPI, Teknik-teknik kefasilitatoran, form-form lampiran, hingga kaidah dan kode etik seorang fasilitator. Lalu sebetulnya jika kita baca Sistem Perkaderan IPM (SPI) Emas sampai di bagian akhir pun kita akan menjumpai bab pedoman pelatihan fasilitator dan pendamping. Namun sayang, nampaknya tentang kefasilitatoran ini belum terlalu dikenal khususnya di IPM kota Bandung. Buktinya sependek pengetahuan penulis memang tidak pernah ada yang Namanya pelatihan fasilitator di pola perkaderan IPM Kota Bandung, setidaknya mungkin 2-3 periode ke belakang. Tentu ini sangat disayangkan karena bukan saja it

KIPER (Kajian Perkaderan) ed. 2 : Tantangan belum berakhir, cukup anggap memang tidak akan berakhir (PART 3)

Gambar
Bismillah.. Kita lanjutkan lagi tulisan mengenai rangkuman hasil diskusi KIPER (Kajian Perkaderan) edisi 2 yang diadakan oleh Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kota Bandung Kemarin. Di tulisan sebelumnya kita sudah sedikit membahas pemaparan dari Kang Imam Sholehudin dan Teh Rani Kustiani. Bagi yang belum membaca artikel sebelumnya, penulis sangat menganjurkan untuk membacanya terlebih dahulu pada laman berikut KIPER (Kajian Perkaderan) ed. 2 : Lanjutan pencarian ide dan gagasan soaldigitalisasi perkaderan (PART 1) & KIPER (Kajian Perkaderan) ed. 2 : yangmampu beradaptasi adalah pemenang (PART 2) Jika sudah, mari kita lanjutkan pada pemapar selanjutnya yaitu Kang Imam Lukmanul Hakim dan Kang Muhammadi Bilal Abdul Aziz yang akan mendiskusikan tentang Kebijakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas, Peluang pelaksanaan fortasi, inovasi dan sikap ipm dalam memandang pandemi ini. Kebijakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas di Sekolah Berbicara mulai dari PTM T,

KIPER (Kajian Perkaderan) ed. 2 : yang mampu beradaptasi adalah pemenang (PART 2)

Gambar
Bismillah.. Kita lanjutkan lagi tulisan mengenai rangkuman hasil diskusi KIPER (Kajian Perkaderan) edisi 2 yang diadakan oleh Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kota Bandung Kemarin. Di tulisan sebelumnya kita sudah sedikit membahas pemaparan dari Kang Imam Sholehudin tentang Inovasi Gaya Baru Ber-IPM dan Spirit Inovasi dalam Al Quran bagi Pelajar. Bagi yang belum membaca artikel sebelumnya, penulis sangat menganjurkan untuk membacanya terlebih dahulu pada laman berikut KIPER (KajianPerkaderan) ed. 2 : Lanjutan pencarian ide dan gagasan soal digitalisasiperkaderan (PART 1) Jika sudah, mari kita lanjutkan pada pemapar selanjutnya yaitu Teh Rani Kustiani yang akan mendiskusikan tentang Digital Distruption era , dampaknya pada bidang pendidikan dan refleksi urgensi pelaksanaan perkaderan di era ini. Untuk membahas hal ini kita buka dengan kata “ Welcome to the age of Digital Darwinism ”. Jika kita mengingat kembali teori Darwin, Inti yang paling pokok dari teori itu Dar

KIPER (Kajian Perkaderan) ed. 2 : Lanjutan pencarian ide dan gagasan soal digitalisasi perkaderan (PART 1)

Gambar
Bismillah.. Kita lanjutkan kajian kita tentang fortasi dan narasi digitalisasi perkaderan. Di postingan sebelumnya penulis sempat membuat opini tentang narasi digitalisasi perkaderan, bisa di baca di Digitalisasi Perkaderan : Gagasan Impian atau Keniscayaan. Opini penulis sampai pada kesimpulan kata bahwa “Narasi Perkaderan yang semula hanyalah gagasan impian, rupanya kini telah menjadi keniscayaan”. Dalam arti Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) tidak bisa tidak atau harus melakukan digitalisasi perkaderan. Untuk membedah opini itu kami Pimpinan Daerah IPM Kota Bandung Kembali menghadirkan sebuah forum diskusi semi-formal, berlabel KIPER (kajian Perkaderan) edisi 2. Di kesempatan kali ini tertanggal 11 Juni 2021 kami berkesempatan berdiskusi bersama para rakanda kami Ipmawan dan Ipmawati Pengurus PD IPM Kota Bandung periode 2017-2019 dan di moderatori oleh Ketua Bidang Pengkajian Ilmu dan Pengetahuan (PIP), Ipmawati Adilla Tieky Indahsari Dermawan . Diskusi yang dimulai pukul 19.30 hi

Digitalisasi Perkaderan : Gagasan Impian atau Keniscayaan

Gambar
  Bismillah.. Kali ini kita akan berbicara menyoal narasi digitalisasi perkaderan.. Narasi ini mulai muncul di masa pandemi ini, dimana kebijakan pemerintah menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di sekolah. Organisasi pelajar seperti Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) yang basis massanya pelajar tidak luput terkena imbasnya. Mulai dari sulitnya berkegiatan, struktur dan program yang terbengkalai, hingga mandegnya sistem perkaderan. Hal ini adalah tantangan besar bagi IPM untuk bisa menjawabnya dan merubahnya menjadi peluang untuk setidaknya menjaga IPM tetap eksis. Maka muncullah narasi bahwa sistem perkaderan IPM pun tidak bisa tidak, harus mulai mencari gaya baru, yang tidak lain adalah digitalisasi. Di awal tahun 2021 sebetulnya ada narasi positif bahwa Pendidikan dan pembelajaran bisa mulai Kembali dilaksanakan tatap muka mulai juli 2021. Beberapa upaya yang dilakukan pemerintah diantaranya adalah vaksinasi sejumlah guru, tenaga pendidik, dan kependidikan yang ditargetkan akan se

Awal Mula Belajar Sejarah

Bismillah.. Belajar sejarah harus dimulai dari Al-Quran, di dalamnya ada sejarah umat manusia, bahkan 1/3 Al-Quran adalah kisah sejarah, tapi bukan berarti Al-Quran adalah buku sejarah, kurang tepat juga logikanya. Kelebihan Sejarah yang ada di dalam Al Quran dibanding selainnya adalah bahwa Segala hal yang ada di dalam Al Quran memiliki sifat kebenaran absolut, pasti benar, sepanjang masa, dan tidak akan bisa ditantang oleh siapapun. Hal itu berdasarkan klaim Al Quran sendiri yang mengklaim sebagai sesuatu yang bukan berasal dari dunia ini (dunia manusia), tapi berasal dari luar dunia ini, ia berasal langsung dari Allah Swt, merupakan ilmu dan firman tuhan langsung, yang disampaikan melalui utusannya Rasulullah Saw. Melalui perantara Wahyu Malaikat Jibril As. Jadi karena ia bukanlah buatan manusia, bukan sesuatu yang dibuat didunia ini, melainkan buatan Allah Swt. sendiri, Ketika di dalam Al-Quran sendiri membawa klaim dia pasti benar dan tidak ada sedikitpun pertentangan di dalam

KIPER (Kajian Perkaderan) : Fortasi Masa Kini, jadikan tantangan sebagai peluang (PART 2)

Gambar
Bismillah.. Kita lanjutkan lagi tulisan mengenai rangkuman hasil diskusi berjudul KIPER (Kajian Perkaderan) yang diadakan oleh Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kota Bandung Kemarin. Pada diskusi kali ini kita mengangkat tema “Menjelang Fortasi 2021, Apa Tantangan dan Peluang IPM?”. Di tulisan sebelumnya kita sudah sedikit membahas awal pengantar yang disampaikan oleh Ketua Umum Pimpinan Wilayah IPM Jawa Barat, Ipmawan Rofid Izzuddin. Pertama perlu kita tanamkan spirit mengkader yang ada dalam Q.S An-Nisa : 9, “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, …”. Sehingga Gerakan IPM senatiasa memperhatikan generasi selanjutnya sebagai pelopor, pelangsung dan penyempurna Amanah. Bagi yang belum membaca artikel sebelumnya, penulis sangat menganjurkan untuk membacanya terlebih dahulu pada laman berikut KIPER (KajianPerkaderan) : Awal mula mencari ide dan gagasan solutif untuk masa depanperkaderan (PART1)